Kasih Sayang Antar Sesama Muslim

ukhuwah

Berkasih sayang tidak hanya kepada orang yang dikenal. Sebagai seorang muslim, kita juga harus menyayangi muslim lainnya. Allah Swt yang Maha Pengasih dan Penyayang pun senang terhadap hamba-Nya yang saling menyayangi dan berlemah lembut. Firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. [QS. Al-Maa’idah: 54]

Semua mahluk hidup di bumi ini bisa hidup karena kasih sayang Allah Swt. Kepada hewan-hewan pun Allah Swt melimpahkan kasih sayang-Nya. Nabi Saw bersabda:

“Allah menciptakan rahmat menjadi seratus bagian kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi, dari satu bagian inilah semua mahluk saling mengasihi hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Seorang muslim harus bisa menempatkan sikapnya. Kepada sesama muslim itu berlemah lembut. Sebaliknya, bersikap keras kepada orang-orang kafir. Itulah sikap yang juga dimiliki oleh Nabi Muhammad Saw sebagai teladan baik bagi kita.

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu…” [QS. Ali Imran: 159]

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. [QS. Al-Fath: 29]

Bentuk kasih sayang

Bentuk kasih sayang kita adalah dengan memberi nasehat kepada sesama muslim. Menasehati dengan rasa kasih sayang sangat berbeda dibandingkan sekedar memberitahu saja. Menasehati yang benar adalah dengan baik, sopan dan penuh perhatian. Bukan dengan perkataan kasar dan jelek. Menasehati juga harus diiringi dengan do’a.

Suatu hari Nabi Muhammad Saw sedang sholat jama’ah  bersama sahabat dan kaum muslimin. Ada makmum yang bersin. Lalu seorang sahabat menjawab bersin orang tadi dengan berkata, “yarhamu kallaah”. Makmum lain menepuk paha memberi tanda agar sahabat tadi tidak berbicara. Selesai sholat Nabi Muhammad Saw berceramah di hadapan jama’ah. Beliau menyinggung kejadian saat sholat tadi. Beliau berkata, “Wahai sahabatku, sholat itu bukan tempat untuk berbicara melainkan untuk takbr, tasbih dan tahmid kepada Allah Swt.”

Begitulah sikap beliau Saw yang berlemah lembut ketika menegur. Semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya. Bentuk kasih sayang Nabi Muhammad Saw kepada umatnya adalah seperti laron yang mendekati api unggun. Laron menyukai tempat yang ada cahaya. Namun cahaya dari api unggun itu membahayakannya. Maka beliau Saw menghalangi laron-laron itu agar tidak terbakar oleh panasnya api unggun. Inilah perumpamaan kasih sayang beliau Saw yang tidak akan membiarkan umatnya masuk ke dalam api neraka.

Bentuk kasih sayang terhadap kaum non-Islam adalah dengan mengajak mereka memeluk Islam. Bukan dengan mengikuti tradisi mereka. Malah ini namanya menjerumuskan dalam kemaksiatan.

Memupuk rasa kasih sayang

Mungkin ada pada sebagian kaum muslimin yang bingung dan tidak tahu bagaimana cara agar memiliki rasa kasih sayang kepada muslim lainnya. Rasa kasih sayang bisa dipupuk. Berikut ini adalah cara-cara memupuk kasih sayang yang bisa dilakukan:

  1. Sering memandang ke bawah

Maksudnya, memandang orang-orang yang kondisinya berada di bawah kita. Terhadap mereka yang serba kekurangan. Misalnya orang miskin, awam, cacat fisiknya atau bodoh sekalipun. Tidak ada salahnya jika bergaul dengan mereka.  Kenapa? salah satu faktor kenapa diri acuh kepada orang lain adalah karena terbiasa bergaul dengan orang yang berkecukupan. Bergaul dengan orang yang berada di bawah kita akan menjadikan diri semakin bersyukur pada Allah Swt. Contoh memandang ke bawah adalah berempati ketika melihat atau mengetahui berita tentang saudara muslim yang mengalami kecelakaan, kelaparan atau lainnya.

  1. Menghindari perkataan kasar

Perkataan kasar  akan menimbulkan benci dan mengeraskan hati. Perkataan yang keluar dari mulut adalah cerminan hati dan isi pikiran kita. Seperti teko yang berisi air teh maka jika dituang yang keluar adalah air teh. Bukan kopi, susu atau madu. Kadang, perkataan kasar tidak hanya ditujukan kepada orang lain. Kepada diri sendiri pun bisa. Misalnya mengatakan diri sendiri itu bodoh atau payah. Ingatlah, manusia memang bodoh jika dibandingkan dengan Allah Swt yang Maha Besar dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Namun, manusia jangan merasa dirinya payah atau bodoh. Kenapa? Karena Allah Swt telah memberikan akal kepada kita. Dengan akal itu maka manusia bisa berfikir. Akal adalah karunia dari-Nya. Maka motivasilah diri dengan perkataan baik. Misalnya, “In shaa Allah aku bisa!”

Hindarilah perkataan kasar walaupun diucapkan dengan intonasi candaan. Perkataan kasar bisa mengikis rasa kasih sayang. Maka kontrol-lah perkataan kita. Untuk mengukurnya, coba tuliskan kata-kata kasar yang kalian ucapkan dalam keseharian. Lihatlah hasilnya!

  1. Menyadari indahnya kasih sayang

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” [QS. Ar-Ruum: 21]

Rasa kasih sayang itu indah. Ada suatu kisah tentang seorang suami yang ingin membahagiakan istrinya. Istrinya ingin sekali dibonceng oleh suaminya. Si suami berjuang untuk mengabulkannya. Mulai-lah ia bekerja keras untuk membeli sepeda motor. Akhirnya sepeda motor dimilikinya. Namun perjuangan belum usai. Si suami harus belajar untuk  mengendarainya. Ia pun belajar hingga akhirnya bisa membonceng istrinya tercinta. Alhamdulillah! Sungguh perjuangan luar biasa. Inilah contoh perjuangan yang dilandasi rasa kasih sayang. Ketika rasa kasih sayang itu ada dalam diri maka kita akan berusaha untuk selalu membahagiakan yang disayangi.

  1. Selalu positif thinking

Memandang sesuatu dari sisi baiknya. Suatu hari Nabi ‘Isa a.s sedang berjalan bersama muridnya. Di perjalanan ditemukan bangkai kambing. Muridnya mengatakan bahwa bangkai itu bau. Namun, Nabi ‘Isa as berkata, “ Subhanallaah, sungguh putih giginya.”

Inilah contoh praktek memandang sesuatu dari sisi baiknya. Nabi ‘Isa a.s fokus melihat gigi kambing itu yang putih dan bagus. Tidak fokus kepada baunya yang tidak mengenakkan.

  1. Perbanyak silaturahmi
  2. Mendo’akan orang lain
  3. Memandang wajah teman dengan rasa sayang
  4. Membiasakan selalu melakukan kebaikan bahkan kepada hewan sekalipun
  5. Memperhatikan rasa sayang Allah Swt kepada seluruh mahluknya
  6. Merasakan ketidakberdayaan mahluk Allah Swt
  7. Empati

Empati artinya merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan orang lain. Misalnya saudara kita yang mendapat cobaan, mengalami kegagalan atau lainnya. Empati itu  jauh lebih dalam dibandingkan simpati. Kita harus memandang sesuatu dari dua sisi. Pertama, memandang dari kaca cermin yaitu memandang diri sendiri untuk mengoptimalkan potensi diri. Juga menyadari kekurangan diri. Kedua, memandang dari kaca jendela yaitu melihat dan memandang kepada orang lain. Jangan sibuk dengan aib atau masalah sendiri hingga melupakan orang lain. Buanglah rasa egosentris atau memandang orang lain dari kacamata sendiri. Cobalah untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan saudara kita.

“Muslim yang satu dengan yang lain bagaikan satu tubuh. Ketika yang lain sakit dan kesusahan maka dia ikut merasakannya”

“Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga dia mencintai bagi saudaranya, untuk saudaranya, milik saudaranya dan dirinya sendiri.”

Orang yang memiliki rasa empati ucapannya tidak kasar dan tidak sembarangan. Justru ia ringan tangan dan memandang dengan rasa kasih sayang. Hal yang bisa memudarkan keimanan adalah dosa besar. Jika tidak memiliki rasa empati bisa jadi termasuk dosa besar. Keimanan kita pun terancam pudar. Merasa senang ketika yang lain sedang sakit atau kesuliatn maka ini tandanya tidak sempurnanya iman kita. Ketika yang lain mendapat kesenangan dan kesuksesan tapi kita malah marah ini juga tanda tidak sempurnanya iman.

Cara berempati:

  1. Tafakkur

Merenungi baik tentang apa yang sudah dilakukan atau yang telah terjadi.

  1. Menjadi pendengar yang baik

Jangan maunya ucapan kita yang didengar tapi belajarlah mendengar perkataan orang lain.

  1. Mengenal karakter diri sendiri

Dengan ini kita akan lebih mudah merasakan perasaan orang lain

  1. Melatih diri untuk berkorban untuk orang lain

Empati bisa lahir jika kita berbagi pikiran atau pun materi.

  1. Perbanyak silaturahmi

Semakin sering bertemu dengan banyak orang akan membuat kita tahu dan paham karakter orang yang berbeda. Namun berhati-hatilah dalam bergaul karena seseorang dikenal dengan siapa dia bergaul. Tidak ada kebaikan jika terlalu banyak bergaul atau pun terlalu banyak menyendiri.

  1. Memperhatikan fenomena sekitar

Misalnya memperhatikan perubahan mimik wajah teman, nada suara atau tingkah lakunya.

In shaa Allah hal-hal ini yang bisa menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang.  Empati menjadikan kita mudah berbagi dengan sesama apalagi jika diiringi dengan keikhlasan. Mulai saat ini tumbuhkanlah rasa kasih sayang kepada sesama muslim. Buanglah rasa cuek dan acuh yang sebelumnya ada dalam diri. Yuk, berubah! Semoga Allah Swt memudahkan.

Ditulis oleh Siti Muhaira

Sumber:

Al Qur’an & Hadits

Pelajaran Nafsiyah Islamiyah oleh Ust. Rahmatullah Noor Hidayat, MA.

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s