Apa Arti Sumpah?

images (6)

Kata ‘sumpah’ sudah akrab dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kenapa? Pasti kita pernah mendenger orang bersumpah atau malah kita sendiri yang bersumpah. Di dalam pergaulan remaja misalnya. Coba deh perhatikan teman-teman kamu atau remaja lain. Tak hanya remaja, orang dewasa pun demikian. Biasanya orang akan bersumpah jika diminta untuk meyakinkan apakah dirinya bersih dari tuduhan. Misalnya dituduh mencuri sesuatu atau dituduh selingkuh. Waduh, kayaknya ini mah udah nggak aneh ya. Misalnya:

Cewek: Aku nggak nyangka ya. Ternyata selama ini kamu ngeduain aku. Kamu jahat!!

Cowok: Nggak. Sumpah! Cintaku cuma buat kamu seorang. Aku cinta mati sama kamu!!

Walah-walah kayak di sinetron aja deh. Tapi bener deh remaja ada juga yang kayak gini. Contoh lainnya misalnya pejabat pemerintahan yang diduga korupsi. Makan uang rakyat. Mati-matian tuh dia bersumpah. Takut dipenjara kali. Bahkan sumpahnya pake nama Allah lagi. Padahal bukti udah ada, jelas lagi. Eh, masih ngelak juga.

Lalu sebenarnya apa arti sumpah itu?

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia):

Sum·pah n 1 pernyataan yg diucapkan secara resmi dng bersaksi kpd Tuhan atau kpd sesuatu yg dianggap suci (untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhannya dsb): perkataannya itu dikuatkan dng —; 2 pernyataan disertai tekad melakukan sesuatu untuk menguatkan kebenarannya atau berani menderita sesuatu kalau pernyataan itu tidak benar; 3 janji atau ikrar yg teguh (akan menunaikan sesuatu). Bisa juga arti yang kedua: sum·pah n kata-kata yg buruk (makian dsb); kutuk; tulah.

Sedangkan dalam bahasa Arab sumpah ialah al-Aiman (الأيمان) yang merupakan jamak dari perkataan al-Yamin (اليمين). Yang pada dasarnya diartikan tangan untuk bersumpah. Masyarakat Arab lazimnya mengangkat tangan kanan mereka saat bersumpah. Masing-masing memukul tangan kanannya dengan tangan kanan orang yang bersumpah. Secara istilah sumpah artinya menguatkan perkara yang disumpah dengan mengemukakan sesuatu yang agung secara khusus.

Jadi sumpah itu bisa dua arti. Pertama, berkaitan dengan ikrar atau janji dan yang kedua berkaitan dengan kata-kata tentang keburukan. Nah, aplikasinya dalam kehidupan, contohnya seseorang bersumpah bahwa dia bukan pelakunya, bahwa dia berjanji akan melakukan apa yang diamanahkan, atau dia berikrar akan taat pada amanah yang sudah dibebankan dll. Begitu juga seseorang bersumpah untuk mengutuk orang lain. Nah, biasanya ini disebut sumpah serapah.

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s