Tentang CINTA

Origami Hearts Paper Strips, all colors strips and hearts 02

Lagi-lagi tentang cinta. Kayaknya masalah cinta itu nggak ada bosen-bosennya deh untuk dibahas. Iya nggak sih? Lihat saja, mulai dari lagu, puisi, tulisan dan film bertema cinta. Cinta itu sifatnya universal. Dimana-mana, di seluruh dunia orang ngomongin cinta, setiap orang butuh. Cinta itu anugerah dari Allah. Punya rasa cinta itu wajar-wajar saja. Cinta adalah perwujudan dari naluri (gharizah na’u atau naluri mempertahankan keturunan).

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali ‘Imran [3]: 14)

 

Coba bayangin kalo di kehidupan ini nggak ada rasa cinta. Bakalah berbuat semau sendiri. Orang tua nggak sayang dan cinta sama anak-anaknya. Cewek dan cowok gimana kalo nggak saling suka dan ngga menikah? bisa dipastikan jumlah penduduk bumi nggak nambah. Nggak ada istilah generasi penerus perjuangan. Pokoknya nggak ada harmonisasi dalam kehidupan.

Allah itu udah ngasih kita kelengkapan hidup. Akal, organ tubuh, kebutuhan naluri dan hajatul udhowiyah (kebutuhan jasmani). Kebutuhan naluri dan jasmani itu beda. Kalo kebutuhan naluri itu kayak rasa cinta. Nah, kalo hajatul udawiyah itu misalnya saat kita lelah, capek, seharian kerja/sekolah. Otomatis kan tubuh minta kita buat istirahat? Kebutuhan jasmani itu nggak perlu nunggu ada rangsangan dulu. Pokoknya udah alami deh! Malah, harus kita penuhi. Coba kalo perut laper tapi nggak diisi makan. Bisa sakit dan ngerusak fisik kamu.

Nah, kalo cinta beda lagi. Perlu rangsangan/pendorongnya. Nggak bisa ujug-ujug kita cinta sama orang. Pasti sebelumnya udah pernah ketemu, ngelihat atau ngedenger tentang si doi. Abis ketemu, terus tertarik kemudian muncul deh rasa suka dan akhirnya cinta.

Tapi nih yang perlu diperhatikan cinta itu bukan kebutuhan biologis. Bukan sesuatu yang harus dipenuhi. Manusia masih bisa hidup walau pun nggak menuhin rasa cintanya. Siapa bilang, orang bakal mati tanpa cinta? Nggak tuh. Ini cuma alasan klise doang. Kecuali kalo misalnya kamu galau, ngurung diri di kamar, nangis-nangis sampe ember di kamar mandi penuh dgn air mata, udah gitu nggak makan nggak mandi dan akhirnya gantung diri karena cintanya bertepuk sebelah kanan. Haduh! Emang cinta buat si doi aja? Well, orang akan tetap hidup dgn tanpa cinta.

Itulah hikmahnya. Allah menganugerahi rasa cinta kepada manusia agar bersyukur dan meningkatkan keimanan. Kita tahu, hidup tanpa cinta ibarat sayur asem kurang garem kali ya. Hidup ini kosong tanpa cinta. Nah, tapi kita musti tahu gimana cara ngendalikan, ekpresikan dan mencintai dengan benar.

Cinta itu menjerumuskan/menyelamatkan?

Cinta emang bisa menyelamatkan kita. Bahkan bisa menjadi boomerang yang akan menjerumuskan kita ke neraka. Ini sih tergantung gimana rasa cinta itu diekspresikan. Jika cinta diekpresikan sesuai keinginan hawa nafsu maka akan berakibat buruk. Contohnya saja pacaran. Pamiarsa Muda mungkin nggak asing lagi denger istilah ini. Gimana nggak, sekarang anak SD aja udah pacaran. Gimana kamu yang udah SMP, SMA atau kuliah?

Pacaran itu ekpresi cinta yang salah. Islam saja udah mengharamkan untuk pacaran. Nggak ada istilah pacaran Islami tuh. Itu sih cuma akal-akalan mereka yang mau legalil pacaran. Padahal udah jelas pacaran itu adalah gerbang menuju kemaksiatan. Walaupun awalnya ketemuan atau ngobrol lewat Hp. Tapi yang namanya setan suka banget gangguin. Hingga terjadilah, pas ketemuan pegang tangan, peluk, ciuman dan lebih parah berhubungan seks. Astaghfirullah…

Cinta yang tadinya anugerah yang indah malah ternodai. Parahnya, banyak juga orang yang menyamakan cinta dengan seks. Miris memang. Mengingat banyaknya masalah yang muncul akibat cinta yang salah dieskpresikan. Apalagi dalam kondisi sekarang. Dimana gaya hidup kapitalis, pemissif dan hedonis yang memegang kendali. Seks bebas, hamil di luar nikah, aborsi menjadi potret negeri ini.

Nah, biar nggak kayak tadi kita harus  tunduk dengan aturan yang telah Allah buat. Islam udah lengkap ngatur urusan cinta. Gimana kedudukannya, cara mengendalikan cinta dll. Cinta yang diekpresikan sesuai tuntunan Allah dan Rasul adalah cinta yang menyelamatkan kita. Cinta itu suci dan luhur. Sebagai Muslim, kita harus merawat dan menjagar agar cinta tetap suci dan luhur. Tentu dengan aturan2 yang Allah tetapkan. Allah melarang pacaran, berhubungan suami istri di luar nikah dll. Mau nggak mau harus kita ikutin. Kata Allah A, ya A. Bukan B.

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s