JKN = Tak Seindah Janjimu!

214399_logo-jaminan-kesehatan-nasional_663_382

Tepat tanggal 1 Januari 2014 kemarin Indonesia memberlakukan JKN di bawah payung BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). JKN dipropagandakan sebagai upaya pemerintah untuk mengayomi masyarakat kecil yang selama ini kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Bahkan kabarnya, masyarakat Indonesia akan mendapatkan  jaminan kesehatan yang disebut UHC (universal Health Coverage) yaitu cakupan layanan kesehatan yang menyeluruh. Artinya, rakyat siapapun bisa berobat gratis. Di mana saja, kapan saja, tanpa ada diskriminasi.

Dengan propaganda ini, tentu saja membuat masyarakat tergiur, seperti angin segar bagi rakyat, terutama rakyat yang selama ini kesulitan mendapatkan kesehatan yang layak karena kesulitan biaya.  Namun apakah benar demikian? Bagaimana aplikasinya di lapangan?

Ternyata jauh panggang dari api. JKN ternyata menggunakan prinsip asuransi sosial, yaitu setiap individu rakyat wajib membayar iuran per bulan kepada BPJS.Sifat pembayarannya pasti alias paksaan. Jika rakyat tidak membayar, ia akan diberi sanksi atau diberlakukan denda oleh negara.

1 bulan BPJS diberlakukan, keluhan rakyat terus berdatangan. Seorang ibu dari Kediri Jawa tImur terpaksa harus pulang tanpa mandapat pelayanan kesehatan dari RSUD Kediri. Kenapa? Karena kartu miskin yang biasa dipakai untuk berobat tidak berlaku lagi. Jika ingin berobat harus membayar terlebih dahulu dan menyelesaikan administrasinya. Tidak jauh berbeda dengan Purnawirawan TNI berpangkat mayor jenderal yang dilaporkan ditolak rumah sakit karena askes yang digunakan selama ini sudah tidak berlaku. Beberapa purnawirawan TNI pun marah dan mengeluhkan sistem BPJS.

Mimpi indah penerapan JKN makin jauh dari realita. Seolah akan menjamin kesehatan yang menyeluruh, tidaklah terbukti! BPJS mulai terlihat menyusahkan rakyat karena layanan yang kurang bagus bahkan obat-obatan yang ditanggung askes kini tidak ditanggung lagi. Sementara para praktisi medis seperti dokter mengeluhkan rendahnya imbalan bagi mereka dan bagi pendanaan penanganan pasien operasi.

JKN oh JKN… tak seindah janjimu!

JKN telah membebek pada konsep Barat yaitu konsep kapitalistik. Di mana pemerintah menjadi pengumpul dana iuran rakyat. Padahal Bukankah pemerintah sendiri yang wajib menyediakan layanan kesehatan secara gratis? yang dananya berasal dari APBN atau kas negara? bukan dari kantong rakyat terutama rakyat miskin!

Ya, beda akar, beda pula buahnya. JKN adalah buah dari penerapan akar sistem kapitalisme yang mengalihkan tanggung jawab negara kepada individu atau rakyat. Melalui iuran yang dibayarkan langsung. Melalui UU SJSN  justru ingin melepaskan tanggung negara terhadap jaminan kesehatan rakyatnya. Lalu bagaimana solusi Islam atas masalah ini?

Dalam pemerintahan Islam mengatur dan menetapkan jaminan kesehatan dari negara secara mutlak. Diberikan secara langsung kepada rakyat secara gratis dengan pelayanan yang terbaik tanpa diskriminasi. Tentu dana kesehatan yang besar itu ditopang dengan aturan Islam dari pengelolaan SDA atau harta kekayaan umum seperti hasil hutan, aneka tambang, migas, panas bumi dan kekayaan alam lainnya.

Semua itu akan lebih dari cukup untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan gratis untuk seluruh rakyat tanpa memungut iuran. Hal ini tentu akan sempurna dengan penerapan sistem ekonomi Islam. Hal ini tidak akan pernah terjadi jika Indonesia masih menerapkan sistem kufur, sistem kapitalisme. Untuk itu, marilah kita segenap kaum Muslimin bersatu, berjuang untuk menegakkan syariat Islam di bumi yang tercinta ini. Allah Akbar!

#Muslimah Media Center

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s