Tafsir Al Qur’an Surat Al Ghasyiyah ayat 12-16

ndz_3380

[Siti Muhaira] Berikut ini adalah penafsiran dari Al Qur’an Surat Al Ghasyiyah ayat ke 12-16 yang diambil dari tiga tafsir, yaitu tafsir Jalalain, Al Azhar dan Ibnu Katsir.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

      Ayat 12 :

جَارِيَةٌ عَيْنٌ فِيهَا

Dalam Tafsir Jalalain, ayat ke 12 ini artinya adalah (Di dalamnya ada mata air yang mengalir). Lafal `Ainun sekalipun bentuknya Mufrad tetapi maknanya jamak.

Lalu dalam Tafsir Al Azhar artinya “Di dalamnya ada mata air yang selalu mengalir.” Penjelasannya adalah bahwa mata air atau sungai-sungai yang selalu mengalir itu bisa menjelaskan dalam ingatan kita betapa subur, damai dan sejuk tempat di sana. Tempat yang tidak mengenal kepanasan musim panas (summer) dan kedinginan musim sejuk (winter) sebagaimana yang kita rasakan di dunia ini.

Dan konon kabarnya, menurut uraian sejarah ahli-ahli arsitektur Arab di zaman jayanya di Andalusia atau Isfahan, di Damaskus atau di Fez, di Baghdad atau di Cairo, yang menimbulkan ilham bagi ahli-ahli bangunan Arabis yang terkenal membuat air mancur di tengah lapangan rumah ialah ayat-ayat semacam ini di dalam Al-Qur’an. Sehingga betapa pun hebatnya musim panas, namun air mancur (fountain) di tengah pekarangan rumah itu membawakan kesejukan.

Sedangkan dalam Tafsir Ibnu Katsir artinya “di dalamnya ada mata air yang mengalir”. Maksudnya yang mengalir dengan bebas. Ini merupakan ungkapan nakirah dalam konteks isbat, dan makna yang dimaksud bukanlah satu mata air, melainkan ini adalah isim jinis yang artinya di dalam surga-surga itu terdapat banyak mata air yang mengalir. Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa dibacakan kepada Ar-Rabi’ ibnu Sulaiman, bahwa telah menceritakan kepada kami Ibnu Sauban, dari Ata ibnu Qurrah, dari Abdullah ibnu Damrah, dari Abu Hurairah r.a yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Pernah bersabda :

“AnHaaruljannati tafjuru min tahti tilaalin –aw min tahti jibaali- almiski”

Artinya : Sungai-sungai di surga bersumber dari bawah jurang, atau dari bawah gunung-gunung kesturi.

Artikel : (http://quran.al-shia.org/id/tafsir/juz30/088.htm)

Di dalam artikel yang saya temukan, ayat ke 12 Surat Al Ghasyiyah ini artinya “di dalamnya terdapat mata air yang memancar”.

Maksudnya, di surga yang tinggi itu ada mata air yang memancar, yang menunjukkan bahwa ia berada dekat sumber mata air yang memancarkan pengetahuan.

Di artikel lain, dijelaskan bahwa ada empat macam sungai yaitu sungai yang airnya sangat jernih dan sejuk, sekali teguk hilang semua dahaga, kemudian sungai madu murni, lalu sungai khamar yang sangat nikmat dan tidak memabukkan, dan sungai susu yang rasanya sangat lezat.

Sebagaimana firman Allah Swt.  di Al Qur’an Surat Muhammad ayat 15 yaitu :

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

Yang Artinya : (Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya? 

Kesimpulan saya : Ayat 12 Surat Al Ghasyiyah ini menceritakan tentang keadaan di dalam surga. Yaitu adanya mata air atau sungai-sungai yang mengalir. Di dalam surga terdapat banyak mata air yang mengalir. Yaitu mata air atau sungai dari air jernih yang tidak berubah rasa dan baunya, dari air susu, dari khamar yang tidak memabukkan, dari madu yang disaring.

 

Ayat 13 :

مَّرْفُوعَةٌ سُرُرٌ فِيهَا

Dalam Tafsir Jalalain artinya (Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan) yaitu tempat kedudukan dan derajatnya ditinggikan. Sedangkan dalam Tafsir Al Azhar artinya adalah “Di dalamnya ada tempat-tempat peraduan yang ditinggikan.” Di atas tempat-tempat peraduan itulah mereka duduk berbaring melepas lelah dari kepayahan hidup di waktu di dunia.

Nah, dalam Tafsir Ibnu Katsir artinya di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan. Yang tinggi lagi empuk, banyak hamparannya dan tebal-tebal, di atasnya terdapat banyak bidadari yang bermata jeli. Para ulama mengatakan bahwa apabila kekasih Allah hendak duduk di atas tahta yang tinggi-tinggi itu, maka tahta-tahta itu merendah untuknya.

Artikel :

Dalam sebuah artikel ayat ini artinya “Di dalamnya ada singgasana yang ditinggikan.”

Kesimpulan saya :  Jadi di ayat ke 13 surat Al Ghasyiyah ini menjelaskan bahwa di dalam surga selain ada mata air atau sungai yang mengalir, juga terdapat tahta-tahta. Tahta-tahta itu ditinggikan. Tak hanya itu, ada juga bidadari-bidadari dan hamparan. Ini juga adalah kenikmatan surga.

 

Ayat 14 :

مَّوْضُوعَةٌ وَأَكْوَابٌ

Ayat ini dalam Tafsir Jalalain artinya (Dan gelas-gelas) yakni tempat-tempat untuk minum tanpa gagang (yang terletak) di setiap tepi mata air yang disediakan untuk peminum-peminumnya.

Sedangkan dalam Tafsir Al Azhar artinya “Dan piala-piala yang sedia terletak.” Sehingga tinggal meminum saja. Kadang-kadang datang pelayan-pelayan remaja mengisi piala itu bila telah habis isinya. Seperti dalam Al Qur’an surat Al-Insaan ayat 19, yang berbunyi:

وَيَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيْتَهُمْ حَسِبْتَهُمْ لُؤْلُؤًا مَّنثُورًا

Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.

Kemudian dalam Tafsir Ibnu Katsir artinya “dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)”. Yakni gelas-gelas minum yang disediakan bagi para pemiliknya yang hendak minum dengannya.

Artikel :

Arti ayat ini dalam artikel yang saya temukan adalah “Dan gelas minuman yang siap di tempat.” Ada  dipan yang diatur rapi, gelas-gelas  yang tersusun  rapi diletakkan ditepi sungai atau mata air agar mudah dijangkau oleh penduduk surga.

Setiap kesenangan dan perlengkapan tersedia, dan setiap hasrat terpenuhi. Semua kebutuhan lahiriah telah diurus, kerinduan terhadap kesadaran lahiriah dan apa pun hasrat yang kita miliki telah terpuaskan—cangkir kepuasan telah mengenyangkan kita. Dalam kesenangan mutlak ini tidak ada hasrat yang muncul.

Kesimpulan saya : Masih sama dengan ayat 12 dan 13, ayat 14 juga membahas tentang kenikmatan surga. Di ayat ke 14 ini, kenikmatan surga itu adalah adanya gelas-gelas yang terletak di tepi sungai atau mata air untuk para penghuni surga. Gelas-gelas itu sudah tersusun rapi sehingga tinggal diminum saja. Tapi ada juga pelayan-pelayan remaja yang berusia muda tentunya, yang akan mengisi ulang gelas itu dengan minuman yang ada di sungai atau mata air.

Ayat 15 :

مَصْفُوفَةٌ وَنَمَارِقُ

Dalam Tafsir Jalalain artinya (Dan bantal-bantal) untuk bersandar (yang tersusun) atau dalam keadaan tersusun untuk tempat bersandar.

Dalam Tafsir Ibnu Katsir artinya dan bantal-bantal sandaran yang tersusun. Ibnu Abbas mengatakkan bahwa makna yang dimaksud ialah bantal-bantal. Hal yang sama dikatakan pula oleh Ikrimah, Qatadah, Ad-Dahhak, As-Saddi, As-Sauri dan lain-lainnya.

Sedangkan dalam Tafsir Al Azhar artinya adalah “Dan bantal-bantal sandaran yang teratur berbaris.” Ini pun suatu penggambaran yang indah dari surga.

Artikel :

Ayat ke 15 ini dalam sebuah artikel artinya adalah “Dan bantal-batal yang berderet.”

Mashfufah berasal dari kata shaffa (mengatur atau menyusun secara berderet). Di sini ia menunjukkan keteraturan; segala sesuatu mengikuti urutannya yang berimbang.  Atau jika mereka suka mereka bisa memakai sebagian bantal tersebut sebagai landasan duduk dan sebagian yang lain untuk bersandar. Pendek kata mereka bisa berbuat seenak dan sesuka hati mereka.

Kesimpulan : Di ayat 15 Surat Al Ghasyiyah ini juga menggambarkan keadaan dan kenikmatan di surga. Yang di mana adanya bantal-bantal sandaran. Bantal-bantal itu tersusun dengan rapi dan bisa digunakan untuk tempat bersandar atau sebagai landasan duduk.

 

Ayat 16 :

مَبْثُوثَةٌ وَزَرَابِيُّ

Di dalam Tafsir Jalalain ayat ke 16 ini artinya (Dan permadani-permadani) yaitu permadani yang empuk lagi tebal (yang terhampar) dalam keadaan terbentang.  Sedangkan dalam Tafsir Al Azhar artinya“Dan permadani hamparan yang selalu terbentang.”

Kemudian dalam Tafsir Ibnu Katsir artinya dan permadani-permadani yang terhampar. Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah permadani-permadani. Hal yang sama dikatakan oleh Ad-Dahhak dan selainnya yang bukan hanya seorang. Makna mabsusah ialah yang digelar di mana-mana bagi orang yang hendak duduk di mana pun yang dikehendakinya.

Sehubungan dengan hal ini sebaiknya diketengahkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Bakar ibnu Abu Daud yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Usman, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Muhammad ibnu Muhajir, dari Ad-Dahhak Al-Mu’afiri, dari Sulaiman ibnu Musa, telah menceritakan kepaku Kuraib, ia pernah mendengar Usamah ibnu Zaid mengatakan bahwa Rasulullah Saw. Pernah bersabda (yang artinya) :

“Ingatlah, adakah orang yang mau berupaya keras meraih surga, karena sesungguhnya surga itu keindahannya tidak tergambarkan. Surga itu, demi Tuhan Yang memiliki Ka’bah, merupakan nur yang berkilauan, keharumannya semerbak menggugah hati, gedung-gedungnya kokoh lagi tinggi-tinggi, sungai-sungainya mengalir, buah-buahannya masak-masak, istri-istrinya cantik-cantik lagi jelita, pakaian-pakaiannya lagi berlimpah, tempat tinggal yang abadi di negeri yang sejahtera, dipehuni dengan buah-buahan dan hijau-hijauan, pakaian-pakaian sutera yang mewah lagi lembut di gedung-gedung yang tinggi lagi megah?

Para sahabat berkata, “Benar, wahai Rasulullah Saw, kamilah orang-orang yang berupaya keras untuk meraihnya.” Rasulullah Saw. Bersabda, “Katakanlah olehmu, InsyaAllah.” Maka mereka mengucapkan, InsyaAllah.”

Ibnu Majah meriwayatkan hadis ini dari Al-Abbas ibnu Usman Ad-Dimasyqi, dari Al-Walid ibnu Muslim ibnu Muhammad ibnu Muhajir dengan sanad yang sama.

Artikel :

Surat Al Ghasyiyah ayat 16 ini artinyan adalah “dan permadani dibentangkan”.

Mabtsutsah berasal dari kata batstsa, artinya ‘mengedarkan, menggelar, membentangkan’. Beraneka ragam karpet dan permadani digelar di sekeliling taman di mana kelompok-kelompok orang dalam berbagai kesejahteraan dan kesenangan yang indah dapat berbaring.

Kesimpulan : Jika di ayat-ayat sebelumnya menjelaskan adanya mata air atau sungai yang mengalir, tahta-tahta yang ditinggikan, gelas-gelas minuman dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, maka di ayat ke 16 ini Allah Swt. Melengkapinya dengan adanya permadani-permadani yang terhampar di dalam surga. Ini juga sebagai nikmat indah surga. Permadani itu tebal, empuk, dan beragam yang bisa digunakan untuk berbaring atau pun bersandar.

 

Kesimpulan

Nah,  jadi ayat 12-16 Surat Al Ghasyiyah  menggambarkan tentang kenikmatan di surga. Kenikmatan itu sangatlah indah. Di dalam surga itu terdapat mata air atau sungai-sungai yang mengalir. Sungai dengan air yang jernih, susu, madu dan khamar yang lezat namun tidak memabukkan. Juga ada tahta-tahta yang ditinggikan. Ada gelas-gelas yang terletak di dekat sungai atau mata air . Yang berisi jenis air minuman yang ada di sungai. Dan ada bantal-bantal sandaran yang sudah tersusun. Yang bisa dipakai untuk sandaran atau tempat berbaring. Tak hanya itu, di dalam surga juga ada permadani-permadani yang terhampar. Semua itu tak lain adalah kenikmatan yang akan dirasakan dan dialami oleh para penghuni surga kelak. Kenikmatan itu adalah untuk mereka yang selama di dunia telah berusaha meraih ridho Allah Swt. Yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya.

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s