Bacaan Ghorib dalam Al-Qur’an

ghoribah

By: Siti Muhaira

Ghorib artinya asing/aneh. Banyak lafal dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang aneh bacaannya. Maksudnya aneh adalah ada beberapa bacaan dalam Al-Qur’an yang tidak sesuai dengan kaidah aturan membaca yang umum atau yang biasa berlaku dalam kaidah bacaan bahasa Arab. Hal ini menunjukkan adanya keistimewaan Al-Qur’an yang mengandung kemukjizatan yang sangat tinggi.

A. Macam-macam Ghorib

Ada 8 jenis bacaan ghorib, yaitu:

  1. Imaalah

Yaitu memiringkan antara harakat fathah dan kasrah. Jadi, bacaannya condong miring dari harakat fathah ke kasrah. Atau seolah-olah dibaca re . Imaalah hanya terdapat satu  kata dalam Al-Qur’an, yaitu dalam Surah Huud ayat  41:

وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ اللّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

2. Isymaam

Yaitu memoyongkan bibir. Posisinya berada di tengah-tengah gunnah tetapi tidak merubah bunyi gunnahnya. Dalam Al-Qur’an Isymaam hanya ada 1, yaitu di Surah Yusuf ayat 11:

 قَالُواْ يَا أَبَانَا مَا لَكَ لاَ تَأْمَنَّا عَلَى يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ

 3. Tashiil (ringan)

Yaitu meringankan Hamzah yang kedua. Atau meringankan bacaan antara Hamzah dan Alif. Di dalam Al-Qur’an hanya terdapat satu kali, yaitu di Surah Fushshilat  ayat  44:

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاء وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى أُوْلَئِكَ يُنَادَوْنَ مِن مَّكَانٍ بَعِيدٍ {44}

4. Nuunun ‘iwadh (nun pengganti)

Yaitu mengganti tanwin dengan nun ketika bacaan diwasholkan.

7:8

5. Nuunun Lilwiqooyah (nun untuk menjaga)

Yaitu menjaga tanwin agar tidak hilang. Dijaga ketika diwasholkan. Apabila tidak diwasholkan maka tidak perlu dijaga. Nun yang ditambah pada bacaan apabila mana-mana kalimah yang berakhir dengan Tanwin (baris dua) bertemu dengan mana-mana kalimah yang bermula dengan Alif Lam ( ال ) atau Hamzah Wasal ( ا ) . Nun Wiqayah dibaca dengan baris bawah (kasrah).

Contohnya ada di surat Al- Baqarah 180:

6. Naqlun

Yaitu memindahkan harakat Hamzah ke harakat Lam. Dalam Al-Qur’an hanya terdapat di Surah Al-Hujuraat ayat 11, yaitu:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِّن قَوْمٍ عَسَى أَن يَكُونُوا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاء مِّن نِّسَاء عَسَى أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ {11}

Keterangan: Lam alif (لا)  dibaca kasrah Lam-nya , sedangkan kata ismun (اِسْمٌ) hamzah-nya tidak dibaca.

7. Arraum

Yaitu membaca dengan setengah harakat dan jika ingin berhenti di huruf yang sebelumnya sukun.

Contohnya: Surat Ar-Rahman ayat 29:

55:29

8. Saktah

Yaitu berhenti sejenak tanpa bernafas. Hal ini bermaksud agar tidak merubah maknanya.

Contohnya:

  • Surat Al-Muthoffifin ayat 14:

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ{14}

  • Surat Al-Qiyamah ayat 27:

وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ {27}

  • Surat Yaasiin ayat 52:

قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ {52}

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s