Silaturahim Ramadhan 1434 H

ustaz-soleh-mahmoed-yang-dikenal-dengan-julukan-ustad-solmed-_130107212041-322

Hari Sabtu, 31 Agustus 2013 diadakan acara “Silaturahim Ramadhan 1434 H” yang bertempat di Masjid Pesantren Al-Qur’an wal Hadits, Situ Gede, Bogor. Acara ini dihadiri oleh mantan aktivis lembaga dakwah kampus, Ustadz Abdurrahman Al Baghdadi dan jama’ah kajian tafsir yang beliau isi di Masjid Nurul ‘Ilmi. Santri-santri Pesantren Media Bogor juga menghadiri acara tersebut. Seminggu sebelumnya, yaitu pada tanggal 24 Agustus 2013 acara tersebut sudah diumumkan kepada jama’ah pengajian Ustadz Abdurrahman Al Bagdadi di Masjid Nurul ‘Ilmi.

Ustadz Abdurrahman Al Baghdadi adalah guru besar ahli tafsir Al-Qur’an dan Hadits yang berasal dari Yordania. Setiap hari Sabtu, beliau mengisi kajian tafsir Al-Qur’an dan Hadits di Masjid Nurul ‘Ilmi, Bogor. Dalam acara “Silaturahim Ramadhan 1434 H” ini, beliau menjadi salah satu pengisinya.

Pukul 08.00 WIB Santri Pesantren Media berangkat dengan naik angkot 15 jurusan Situ Gede. Setiap santri membayar ongkos sebesar Rp.5.000,00 (sudah termasuk pulang pergi).

Pemimpin rombongan saat itu adalah Farid Abdurrahman atau biasa disapa Kak Farid. Santri akhwat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu santri SMP dan SMA. Sedangkan santri ikhwan dibuat menjadi satu kelompok. Santri akhwat SMP adalah yang pertama naik angkot. Kemudian disusul oleh santri akhwat SMA dan terakhir santri ikhwan.

Yang pertama tiba di Pesantren Al-Qur’an wal Hadits adalah santri akhwat SMP. Lalu disusul oleh santri akhwat SMA. Tetapi santri ikhwannya belum sampai. Santri akhwat menunggu mereka di depan gerbang Pesantren Al-Qur’an wal Hadits.

Pesantren Al-Qur’an wal Hadits terletak persis di tepi jalan. Di tembok dekat pintu masuk Pesantren, ada spanduk berisi tulisan seperti ini:

Silaturahim Ramadhan 1434 H

Mantan Aktivis Lembaga Dakwah Kampus

Never ending da’wah

Sabtu, 31 Agustus 2013, Pesantren Al-Qur’an wal Hadits, Situ Gede Bogor.

Cukup lama santri akhwat menunggu di depan Pesantren. Di seberang jalan, ada dua orang laki-laki dewasa yang biasa mengikuti pengajian Ustadz Abdurrahman di Masjid Nurul ‘Ilmi. Mereka baru sampai. Tak lama kemudian santri akhwat dipersilahkan masuk oleh seseorang di dalam Pesantren. Sedangkan santri ikhwan belum juga datang. Namun, santri akhwatnya memutuskan untuk masuk.

Pesantren Al-Quran wal Hadits cukup asri dan luas. Bangunannya ada yang tingkat dua. Namun tidak semuanya. Di dekat pintu masuk ada ruang kelas. Asrama akhwat, kantor, masjid dan WC ikhwan ada di lantai pertama. Sedangkan di lantai kedua terdapat asrama putra. Santri akhwat kemudian masuk ke dalam masjid. Masjid di Pesantren itu berukuran sedang. Di dalamnya ada kipas angin yang berukuran lumayan besar. Lingkungan di Pesantren itu bersih, rapi dan terdapat beberapa pohon yang membuat udara sejuk.

Beberapa menit kemudian santri ikhwan tiba. Selain santri Pesantren Media, jama’ah pengajian di Masjid Nurul ‘Ilmi juga sudah ada yang datang. Semakin lama semakin banyak yang datang. Ada juga ibu-ibu yang membawa anaknya. Di acara itu, yang ikhwan duduknya paling depan. Sementara yang akhwat di belakang. Sebelum acara dimulai, santri akhwat ada yang pergi ke warung untuk membeli minuman dan makanan.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB. Setelah jama’ah berkumpul di dalam masjid, Pak Ahmad Husein yang saat itu menjadi MC (Master of Ceremony) membuka acara dengan menyampaikan susunan acara. Setelah Pak Husein, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Farid Abdurrahman. Farid Abdurrahman adalah santri Pesantren Media. Dalam acara itu ia membacakan Al Qur’an surat Ali Imran ayat 102-104. Susunan acara berikutnya adalah sambutan yang disampaikan oleh Pak Nur Wibowo dan Ustadz Farhat.

Ustadz Farhat menjelaskan tentang apa itu lembaga dakwah kampus. Lembaga dakwah kampus adalah organisasi dakwah di kampus-kampus. Yang sekarang sudah menjangkau Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Beliau juga menjelaskan tentang perkembangan umat Muslim di Eropa. Bahwa perkembangannya sangat pesat misalnya di Belanda. Selain itu beliau juga membahas tentang konflik yang terjadi di Mesir. Konflik antara komunitas pejuang Islam vs penguasa dan militer.

Setelah Ustadz Farhat kini masuk ke acara inti yaitu kajian yang disampaikan oleh Ustadz Abdurrahman Al Baghdadi. Beliau menjelaskan tentang umat Muslim yang wajib mengkaji dan mempelajari tentang akhir jaman. Kemudian menjelaskan bahwa Islam tidak membenarkan adanya banyak amri. Juga tentang fitnah yang paling besar, yaitu fitnah dajjal.

Para jama’ah di acara itu mendapatkan minuman dan camilan. Oleh karena itu, mereka bisa menyimak sambil mencicipi camilan. Hal inilah yang dilakukan oleh beberapa santri akhwat dan ibu-ibu. Sedangkan yang ikhwannya serius menyimak.

Pukul 11.40 WIB adalah waktu untuk break makan siang. Para jama’ah menyantap makanan yang telah disediakan oleh panitia. Ada es buah dan ayam herbal+nasi. Makanan itu disediakan di luar masjid. Usai makan siang, dilanjutkan dengan melaksanakan sholat Zhuhur. Namun jama’ah akhwat kesulitan mencari tempat wudhu. Air di dalam WC untuk akhwat ternyata mati. Santri akhwat Pesantren Media bingung mencari tempat untuk berwudhu.

Akhirnya ada seorang wanita, entah itu guru di Pesantren Al-Qur’an wal Hadits atau bukan. Ia mempersilahkan santri akhwat untuk berwudhu di dalam kamar mandi asrama akhwat. Asramanya cukup nyaman. Tempat tidurnya tingkat dua dan berada di ujung ruangan. Sementara barang-barang semisal lemari diletakkan di seberangnya. Di bagian tengah ruangan kosong. Kamar mandinya ada dua. Berukuran kecil namun bersih. Ada satu tempat untuk berwudhu dan mencuci pakaian. Di sebelah kamar mandi ada tempat kosong yang digunakan untuk menyimpan alat mandi dan menjemur pakaian. Santri penghuni asrama cukup ramah. Akhirnya santri akhwat Pesantren Media meminjam mukena dan sholat di asrama itu.

Selesai sholat Zhuhur, santri Pesantren Media memutuskan untuk pulang. Sebenarnya masih ada acara di Masjid Pesantren Al-Qur’an wal Hadits yaitu kongres membahas tentang perang dan pandangannya dalam Islam. Namun santri Pesantren Media dan beberapa jama’ah tidak mengkuti acara itu.

Dalam perjalanan pulang santri Pesantren Media harus berjalan kaki sampai dekat Situ Gede. Meskipun begitu, perjalanan terasa menyenangkan karena di sekeliling jalan terdapat pemandangan yang indah. Ada kebun, sawah, pepohonan, bangunan dll. Beberapa santri memotret pemandangan itu, Akhirnya santri PM pulang dengan naik angkot 15 lagi.

Acara “Silaturahim Ramdhan 1434 H” ini juga menjadi acara reunian bagi mantan aktivis lembaga dakwah kampus. Yang di acara tersebut mereka bertemu dengan teman seperjuangannya saat menjadi aktivis di lembaga dakwah kampus dulu.

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s