Kisahku di Ramadhan 2013

siluet3

# Chapter Pesantren Media

Alhamdulillah. Penulis mengucap syukur karena tahun ini bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Allah Swt telah memberikan umur dan kesempatan untuk lebih banyak beribadah terutama di bulan ini.

Sama dengan tahun lalu, awal Ramadhan penulis ada di Pesantren Media. Sholat tarawih, sahur dan buka puasa untuk yang pertama, penulis lakukan bersama santri-santri di sana. Hanya saja, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Pesantren telah menambah jumlah santri baru. Jika tahun kemarin penulis belum memiliki adik kelas, sekarang penulis sudah memilikinya. Rasanya senang apalagi setelah mengetahui ada santri baru dari Pulau Sulawesi. Wahh… penulis senang. Alhamdulillah.

Jumlah teman penulis bertambah. Suasana saat sahur dan buka puasa bertambah ramai pula. Selama dua minggu pertama puasa, para santri memang belum libur. Masih ada pelajaran yang harus diikuti. Baru, pada minggu ke-3 dibolehkan untuk pulang.

Pesantren Media terletak di Komplek Laladon Permai Jl. Seruni Blok E No.3, Bogor. Masjid Nurul Iman adalah masjid yang letaknya cukup dekat dengan Pesantren. Di sana diadakan acara buka puasa bersama anak-anak sekitar masjid. Tidak hanya anak-anak, para santri juga mengikuti acara itu. Jam 16.30 WIB anak-anak sudah berkumpul di sana. Biasanya, sebelum buka puasa ada kajian yang disampaikan oleh guru-guru Pesantren. Beberapa santri juga ditunjuk untuk mengisi kajian itu. Termasuk penulis. Hehe.

Kurang lebih sudah tiga kali penulis mengisi acara itu. Saat itu penulis memberikan tontonan menarik dan mengandung hikmah kepada anak-anak. Tak disangka mereka sangat menyukainya. Apalagi saat acara kuis dan pemberian hadiah. Mereka sangat antusias. Ohya, saat pembagian ta’jil juga. Penulis senang sekali dengan mereka. Anak-anak yang lucu, pintar dan semangat. Walaupun terkadang membuat ulah. Hehe. Ya, begitulah mereka.

Selama dua minggu itu, penulis menghabiskan waktu di Pesantren. Belajar, beribadah, istirahat di kamar dan pergi ke mesjid. Rasa rindu kepada keluarga sudah pasti tak bisa dibendung lagi. Tapi rasa sedih karena akan berpisah dengan teman-teman juga penulis rasakan. Rasa rindu, senang dan sedih bercampur jadi satu. Saat pulang, penulis pasti merindukan saat-saat di Pesantren. Belajar, berkumpul dan bermain bersama akan menjadi kenangan. Canda dan tawa. Juga buka puasa bersama anak-anak. Sama seperti tahun lalu.

Hari demi hari penulis lewati seiring berjalannya waktu. Tanggal 23 Juli semakin dekat. Penulis memang berencana akan pulang tanggal itu. Sedangkan santri lain ada yang sudah pulang tanggal 18 Juli lalu. Diikuti oleh santri lainnya. Suasana di Pesantren bertambah sepi karena santri yang pulang. Kamar-kamar bertambah kosong. Suasana saat belajar pun demikian. Rasanya sedih sekali.

Hingga santri yang tersisa ada empat orang. Penulis ikut andil. Karena rumah penulis masih di Bogor jadi pulangnya tanggal 23 Juli. Santri lain sengaja pulang lebih awal karena rumahnya jauh. Mereka di luar daerah Bogor. Ada di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Tapi di Pulau Jawa juga ada.

Santri akhwat yang berasal dari Bogor ada tiga orang. Yang lainnya di luar Bogor. Penulis senang memiliki teman yang berasal dari banyak daerah. Dengan begitu, penulis bisa mempelajari kebudayaan mereka. Wawasan pun bertambah. Walaupun berbeda suku, karakter dan adat istiadat.

Rasa sedih mungkin mereka rasakan juga. Tapi rasa rindu kepada keluargalah yang sangat dirasakan. Para santri diberikan waktu libur selama satu bulan. Resminya dimulai dari tanggal 23 Juni.

Hari-hari di Pesantren akan menjadi kenangan. Penulis sempat sedih dan kesepian karena teman kamar sudah pulang duluan. Meninggalkan penulis sendirian di kamar. Tapi terkadang ada dua anak kecil yang menemani penulis. Mereka adalah Syaffa dan Hamna alias anaknya Ustadz Rahmat, guru tahfidz di Pesantren. Merekalah yang menghibur dan membuat suasana kamar ramai dengan ulah dan teriakan mereka. Hehe.

Tanggal 23 Juni. Akhirnya saat yang dinanti tiba. Penulis akan pulang ke rumah. Penulis akan mengingat dan mengenang saat-saat di Pesantren. Semoga kita bisa bertemu kembali nanti. Amiin.

I’m coming my home!!!

And good bye my family at Pesantren Media…

See you later…

By : Siti Muhaira

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s