Kewajiban Berdakwah

168549_313578528726513_106017084_a

بسم الله الرحمن الرحيم

ا لسلا م عليكم ور حمت ا لله وبر كا ته

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

 Ma’asyiral kaum muslimin rahimakumullah..

Sudah seharusya kita bersyukur kepada Allah atas segala rahmat dan hidayah-Nya. Yang telah membangunkan kita dari tidur yang lelap, yang memberikan kesehatan, nikmat hingga pada hari ini kita dapat bertemu lewat tulisanku kali ini. Yang InsyaAllah dimuliakan oleh Allah. Amiin. Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepada jungjunan kita Nabi Muhammad Saw, kepada keluarganya,para sahabatnya,para tabi’in at thabi’innya dan kepada kita selaku umatnya. Alhamdulillah, Pada kesempatan kali ini saya akan menerangkan sedikit tentang Kewajiban Berdakwah.

Hadirin sekalian,

Islam adalah agama yang sangat memperhatikan hubungan manusia dengan manusia lainnya(hablu minannas). Islam mewajibkan setiap pemeluknya untuk bertanggung jawab kepada saudaranya dan segenap umat manusia pada setiap waktu dan keadaan. Kita sebagai umat muslim, membutuhkan orang-orang yang mau dan mampu membawa kita kembali menuju kemuliaan. Yaitu dengan jalan meningkatkan taraf berfikir umat dengan pemikiran islami.

Oleh sebab itu, orang yang memiliki rasa tanggung jawab dan peduli terhadap dirinya, keluarganya, dan umatnya serta mengharapkan keridhaan Allah pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukan perubahan ke arah Islam. Dan jalan yang bisa kita lakukan adalah dengan berdakwah. Sebelumnya saya ingin bertanya, apa sih dakwah itu?

Hadirin yang saya hormati. Secara bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yang akar katanya adalah da’â – yad’û – da’watan yang berarti menyeru, memanggil, mengajak dan menjamu. Dakwah dalam pengertian bahasa ini menimbulkan dua makna. Bisa diartikan menyeru kepada sesuatu yang bersifat negatif dan positif. Lantas siapa yang mengajak kepada sesuatu yang negatif?

Jawabannya adalah syaitan. Syaitan dan para pengikutnyalah yang mengajak kepada yang negatif, seperti pacaran, bermaksiat, menyontek saat ulangan dan lain-lain. Yang menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Lalu siapa yang mengajak kepada yang positif? Sudah pasti jawabannya adalah Allah SWT,para Nabi dan Rasul, serta orang-orang yang beriman.

Sedangkan menurut makna dalam syariah, dakwah adalah seruan kepada manusia untuk memeluk dan mengamalkan Islam serta melakukan kemakrufan dan mencegah kemungkaran. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an surat at-Taubah ayat 71, yang berbunyi:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللَّهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Yang artinya: Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh mengerjakan yang ma´ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Dari ayat-ayat tersebut, kita bisa tahu bahwa dakwah itu hukumnya wajib.karena Allah berjanji akan memberikan rahmat kepada orang yang berdakwah.

Lalu apa tujuan dakwah? Tujuan dakwah hakikatnya sama dengan diutusnya nabi Muhammad saw. Yaitu untuk menyebarluaskan ajaran Islam kepada seluruh umat manusia sesuai dengan kehendak Allah swt.

Hadirin yang insya Allah dimuliakan Allah. Di kalangan umum, dakwah itu bisa diarahkan pada 4 hal,yaitu 1). Mentauhidkan Allah SWT.

Melalui dakwah ,ditanamkan dengan kuat kalimat La ilaha illa Allah yang berarti tidak ada lagi yang patut kita sembah,kita takuti dan kita harapkan keridhaannya selain kepada Allah SWT.

2). Menjadikan Islam sebagai rahmat. Keimanan kepada Allah SWT tentu harus membawa pada keyakinan dan ketundukan pada seluruh hokum dan syariah-Nya.Sebagaimana firman Allah: (QS al-Anbiya’107)

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Oleh karena itu, dakwah diarahkan untuk meyakinkan manusia bahwa hanya hokum-hukum Allah yang akan mendatangkan rahmat bagi mereka, sedangkan hokum-hukum yang dibuat oleh manusia adalah batil serta dapat mendatangkan rahmat dan kemaslahatan.

3). Menjadikan Islam sebagi pedoman hidup. Artiya adalah mengajak manusia untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan . Karena Islam mengatur seluruh aspek kehidupan .

4). Menggapai ridha Allah SWT. Seluruh amal yang dilakukan , termasuk dakwah ditujukan untukmendapatkan ridha Allah. Kita melakukannya dengan ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntuna Islam.

Hadirin sekalian. Untuk itu kita wajibkan untuk berdakwah di jalan Allah. Karena dengan berdakwah Allah akan memberikan rahmat dan pahala kepada kita. Amiin.

Nah, hadirin sekalian, Kiranya cukup sekian pembahasan kali ini. Apabila ada kesalahan dan kekurangnya saya mohon maaf. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. Amiin. Jangan lupa kita harus berdakwah! Menegakkan syariat dan khilafah.Wabillahi taufik wal hidayat .Wassalamu’alaikum wr.wb

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s