Mahmud Ahmad Salamah

Mahmud Ahmad Salamah "si penghafal Al Qur'an from Gaza"
Mahmud Ahmad Salamah “si penghafal Al Qur’an from Gaza”

Assalamu’alaikum sahabat, tulisan ana kali ini adalah tentang bocah kecil Gaza bernama Mahmud Salamah yang telah hafal  AL Qur’an dalam waktu 9 bulan. Wow,, subhanallah, ya! Biar kalian nggak penasaran ayo baca postingan ana ini! selamat membaca!

Mahmud Ahmad Salamah adalah seorang anak yang lahir pada tanggal 25 Februari 1999 di bumi Palestina. Ia adalah anak Palestina termuda yang telah hafal seluruh isi kitab suci Al Qur’an pada usia 9 tahun. Walaupun terlahir dengan  jantung  yang bocor/berlubang, ia tumbuh sebagai anak yang selalu unggul. Pada usia 3,5 tahun ia mulai bisa menghafal surat Al Isra. Atas keberhasilannya,  di TK tempat ia belajar diadakan perayaan khusus untuknya. Pada kesempatan itulah ia membacakan hafalan Al Qur’an di hadapan orang-orang.

Mahmud kecil tumbuh bersama Al Qur’an sejak ia berusia 4 tahun. Saat itu ia dapat membaca Al Qur’an pada halaman berapa saja dengan bacaan yang baik dan benar . Ia membacanya tanpa dituntun oleh siapa pun sehingga membuat orang lain terkagum-kagum mendengarnya. Ia mulai menghafal dengan dorongan orang tuanya. Mahmud menghafal isi Al Qur’an hanya dalam waktu 9 bulan, yaitu sejak 1 Desember 2007 sampai 31 Agustus 2008. Ia menghafal di Masjid Abi Dzar Al Ghifari yang terletak di sebelah barat Khan Yunis. Dengan metode bertahap, ia mulai dari surat-surat pendek. Menurutnya, dengan begitu akan memudahkannya ketika menghafal. Dan pada saat menghafal surat yang panjang ia mengaku memang ada kesulitan. Namun, setelah terbiasa semua itu jadi mudah.

Dulu selesai sholat Jum’at, Mahmud mengikuti program Al Qur’an di Masjid Ar Rahman. Ia juga mengaku sangat menyukai kegiatan menghafal Al Qur’an. Mahmud Salamah menghafal di bawah arahan Syaikh Bilal Al Ghurabali. Menurut ibunya (yang biasa dipanggil Ummu Muhammad) Syaikh Bilal lah yang berperan besar dalam keberhasilan anaknya.

Tentang Mahmud Salamah, Al Ghurabali berkata, “Sejak awal saya sangat kagum dan terperangah dengan kecepatannya menghafal, kecerdasan dan kemauannya yang sangat kuat untuk menghafal Al Qur’an. Saya mengganggapnya sebagai anak saya sendiri, dan saat itu saya sangat berharap agar dia menjadi seorang hafizh Al Qur’an yang baik. Saya merasa perlu memberikan perhatian khusus kepadanya. Dan ternyata, dalam waktu 6 bulan pertama, Mahmud telah mampu menghafal 7 juz Al Qur’an dengan baik dan benar, lalu setelah itu, pada bulan-bulan musim panas yang lalu, ia berhasil menyelesaikan menghafal 23 juz lainnya, sehingga ia telah hafal seluruh isi Al Qur’an.”
Syaikh Bilal mengatakan bahwa seluruh jama’ah shalat di masjid tempat Mahmud menghafal Al Qur’an, mengenal dan mencintainya. Sedangkan Imam Masjid memanggilnya, “Maulana,” panggilan yang biasa diberikan kepada para ulama dan qari Al Qur’an.

Namun pernah juga Mahmud terhenti menghafal Al Qur’an. Yaitu pada tahun 2005 saat ayahnya meninggal dunia. Ia merasakan tahun-tahun getir kehilangan sosok seorang ayah. Namun, semangatnya muncul lagi ketika ia mendapatkan teman yang mendukungnya untuk menghafal Al Qur’an.

Hingga ia mendapatkan penghargaan dari Kementrian Waqaf dan urusan agama sekaligus pemerintah di Jalur Gaza, Ismail Haniyya. Namanya juga tercatat Buku Catatan Para Penghafal Al Qur’an di Gaza. Sebagai Hafidz Al Qur’an termuda. Ia juga mendapatkan ijazah resmi Hifdh Al Qur’an (sertifikat menghafal seluruh isi Al Qur’an) setelah ia sukses melalui ujian yang diselenggarakan oleh Dewan Khusus Penguji.
Meski prestasi yang diraihnya sangat membanggakan, Mahmud Salamah tidak suka dipublikasikan. Sejumlah media yang ingin mewawancaranya pun pernah ia tolak karena merasa bahwa publikasi dirinya di media-media, tidaklah perlu. Maka Quds Press adalah satu media yang beruntung karena berhasil mewawancarainya. Ibu dan gurunya, Syaikh Bilal berkata, “Akhirnya kami berusaha menjelaskan kepadanya bahwa dirinya akan menjadi teladan yang baik bagi orang lain melalui wawancara dengan media.”

Nah, sahabat itulah tadi sedikit cerita tentang Mahmud Salamah. Bagaimana pendapat kalian? tertarik dan ingin seperti dia? terinspirasi?makanya kalo mau jadi seorang Hafizh/Hafizhoh, ayo kita berlomba-lomba dalam menghafal pedoman hidup kita ini, yaitu Al Qur’anul kariim.

Al Qur’an adalah obat dari segala penyakit

Ada tambahan informasi nih sahabat. Menjadi seorang Hafizh/Hafizhoh ( yang hafal Al Qur’an)  itu akan dimudahkan oleh Allah. Misalnya rezekinya. Nah, itu di dunia. Kalo di akhirat akan mendapatkan syafaat loh! Insya Allah! guru hafizh ana pernah berkata

tidak ada kesedihan bagi seorang Hafizhoh

Iklan

Penulis: Siti Muhaira

Ana Muslim, lahir di Kota Hujan pada bulan Muharram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s